Senin, 27 Januari 2014

Budidaya Lele Dumbo



Budidaya Lele Dumbo
 varietas,di Indonesia lele sudah dikenal dan bahkan yang dulunya hanya 2 varietas sampai sekarang sudah banyak varietas yang sudah dinyatakan  unggul dikarenakan adanya hasil  perkawinan silang. Jenis-jenisnya adalah lele local(Clarias Batrachus) dan lele dumbo(Clarias Gariephinus). lele termasuk jenis yang mudah di budidayakan,tetapi jika tidak dipelihara dengan baik lele juga dapat menjadi sulit untuk di pelihara oleh karena itu sebelum membudidayakannya perlu adanya pengalaman dan pengetahuan yang cukup agar kegiatan budidaya dapat memberikan hasil yang maksimal.

Ikan Lele ini mudah hidup di sembarang tempat dengan syarat kondisi air harus baik, dan lele dapat dipelihara dengan kepadatan yang tinggi dengan lama pemeliharaan yang relatif singkat ± 2,5 – 3 bulan jika pemeliharaan dilakukan secara intensif. Dalam membudidayakan lele ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu :

a.   Faktor tekhnis
*      Lahan harus dekat dengan sumber air tetapi bukan potensi banjir.
*      Air berkualitas baik bebas dari pencemaran limbah indutri.
*      Ketersediaan air cukup sepanjang tahun.
*      Tanah tidak porus.
*      Lokasi pemeliharaan mudah diawasi.
b.  Faktor sosial
*      Lingkungan hidup tetap terjaga
*      Sumber daya alam sekitarnya dapat dimanfaatkan.
*      Penduduk sekitar dapat dijadikan tenaga kerja.
*      Berdampak positif bagi masyarakat sekitar.
*      Keamanan lokasi dapat dijaga.
c.   Faktor Ekonomis
*      Lokasi pemeliharaan dekat dengan pasar.
*      Sarana produksi mudah diperoleh dengan harga murah.
*      Dilokasi ada prasarana jalan yang baik dan angkutan yang memadai.

Selain itu juga ada aspek lain yang tidak kalah pentingnya yaitu aspek tekhnis, tanpa aspek tekhnis usaha budidaya tidak akan berhasil. Harus ada tenaga ahli yang menguasai segala aspek tekhnis yaitu aspek biologis, pembenihan, pendederan, pembesaran, penanggulangan hama penyakit dan penanganan pasca panen serta pemasarannya.


A.  Lahan budidaya lele
Ø  Kolam Tanah
Ø  Kolam semen
Ø  Kolam terpal/plastik
B.  Persiapan kolam pembesaran
*      Pengeringan dan pengolahan lahan
*      Pengankatan Lumpur Hitam
*      Perbaikan pematang dan saluran air
*      Pengapuran
*      Pemupukan
*      Pengisian air kolam
C.  Penebaran benih
langkah- langkah dalam penebaran benih yang perlu diperhatikan :
*      Cara memperoleh benih,benih sebaiknya diperoleh dari daerah setempat dan tidak jauh dari tempat budidaya dengan perhitungan kesesuaian kondisi daerah seperti iklim, air dan tanah.
*      Syarat benih yang baik :
ü Ukuran seragam dan berwarna cerah.
ü Gerakan lincah dan gesit
ü Tidak cacat dan luka di tubuhnya
ü Bebas dari bibit penyakit
ü Posisi tubuh dalam air normal
ü Menghadap dan melawan arus ketika diberi arus.
ü Ukuran benih sebaiknya seragam sekitar 3-4 cm, 5-7cm, atau 7-9cm,agar tidak terjadi kanibalisme sehingga pertumbuhan diharapkan seragam.
*      Penebaran benih
ü  Sebelum di tebarkan kondisi kolam harus sudah dalam keadaan siap sebab tanpa kesiapan kolam usaha budidaya tidak akan berjalan dengan baik;ketinggian air dipertahankan 30-40 cm,air sudah ditumbuhi plankton dengan tanda warna air kehijauan,kualitas air memenuhi syarat untuk budidaya.
ü  Saat benih tiba dilokasi usahakan diamkan benih di dalam tempat budidaya beserta wadahnya beberapa menit sebelum ditebarkan kedalam tempat budidaya dengan tujuan agar ikan dapat beradaptasi dgn lingkungan barunya. Pada saat benih akan dimasukkan ke tempat budidaya masukan air secara perlahan dengan cara memiringkan wadah/ember tempat benih dan biarkan benih keluar dengan sendirinya dari wadah ke tempat lingkungan barunya.

*      Padat penebaran benih
Yaitu banyaknya jumlah benih ikan yang akan ditebarkan persatuan luas atau volumen. Semakin tinggi jumlah penebaran benih semakin intensif pemeliharaannya.
Padat penebaran benih berkisar antara 200 - 400 ekor/m². lama pemeliharaan 2,5-3 bulan.

D.  Program Pemberian Pakan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan adalah :
*      Jangan ada sisa pakan di permukaan
*      Bila 5 menit dalam pemberian pakan ada sisa dipermukaan,maka pemberian pakan berikutnya diturunkan 25 %
*      Bila setelah pemberian pakan ikan masuh aktif dan pakan langsung habis maka pakan selanjutnya dapat dinaikan.
*      Seminggu sekali ikan sebaiknya dipuasakan dengan tujuan agar perut ikan bersih dari sisa pakan.
*      Setiap pergantian air sebaiknya ikan tidak diberi pakan.
David Kurniawan, S.St.Pi
e-mail : david.kurniawan_perikanan@yahoo.com
Hp:08567778123  /  082134207700

Tidak ada komentar:

Posting Komentar