Senin, 27 Januari 2014

SELEKSI INDUK SIAP MIJAH

Seleksi adalah kegiatan memilih atau memisahkan antara induk-induk yang sudah matang gonad, atau matang telur dengan yang belum. Tujuannya untuk mendapatkan induk-induk yang siap mijah, dimana telur bisa dibuahi dan spermanya bisa membuahi. Kegiatan ini dilakukan setelah pematangan gonad dan sebelum pemijahan.

Sebelum seleksi air kolam disurutkan hingga setinggi 5 cm. Induk ditangkap satu persatu, lalu dilihat kematangan gonadnya. Induk yang matang gonad dimasukan dalam plastik atau karung yang halus dan basah, kemudian diangkut ke bak pemberokan, sedangkan induk yang belum matang gonad dikembalikan lagi ke kolam.
Tanda-tanda induk yang sudah matang atau siap memijah dapat dilihat dari keadaan perut, lubang kelamin dan gerakannya. Induk betina yang siap memijah ditandai dengan perutnya yang gendut, lubang telur membengkak, berwarna kemerahan dan gerakannya yang lamban.
Sedangkan induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh lebih cerah, alat kelamin berwarna kemerahan, kemudian bila diurut keluar cairan berwarna putih susu. Pengurutan harus hati-hati dan pelan agar spermanya tidak terlalu banyak keluar. Selain itu juga agar induk jantan tidak stress.
Selain ciri-ciri diatas, induk patin yang akan dipijahkan harus sehat dan tidak luka. Induk yang sakit atau terluka dapat menghambat proses pemijahan. Kadang-kadang induk-induk itu tidak memijah. Karena itu seleksi ini harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak sembarangan. Untuk menjaga agar tidak menular kepada induk-induk yang lain, maka Induk-induk yang sakit atau luka harus dipisahkan.
Satu hal lagi yang diperhatikan dalam seleksi. Jumlah induk jantan yang ditangkap harus lebih banyak dari yang dibutuhkan. Karena meskipun tanda-tanda induk-induk sudah jelas, tetapi seringkali penglihatan mata sering keliru. Terkadang induk jantan yang dianggap sudah matang kelamin malah tidak matang. Atau bisa juga kelebihan jantan yang ditangkap digunakan sebagai cadangan.

BUDIDAYA IKAN PATIN

BUDIDAYA IKAN PATIN
ikan patin sangat bagus untuk dibudidayakan serta memiliki peluang ekonomi di indonesia. Saat ini, pemenuhan atas permintaan ikan patin masih sangat kurang, oleh karena itu usaha budidaya ikan patin sangat layak untuk dikembangkan. Ikan patin seperti halnya ikan lele tidak memiliki sisik dan memiliki semacam duri yang tajam di bagian siripnya keduanya tergolong dalam kelompok catfish. Ada yang menyebut ikan patin dengan Lele Bangkok. Di beberapa daerah ikan patin memiliki nama yang berbeda-beda antara lain ikan Jambal, ikan Juara, Lancang dan Sodarin. Rasa daging ikan patin yang enak dan gurih konon memiliki rasa yang lebih dibandingkan Ikan Lele. Ikan patin memiliki kandungan minyak dan lemak yang cukup banyak di dalam dagingnya.

gambar ilustrasi ikan patin
Teknik budidaya ikan patin relatif mudah, sehingga tidak perlu ragu jika berminat menekuni budidaya ikan ini. Pada awalnya pemenuhan kebutuhan ikan patin hanya mengandalkan penangkapan dari sungai, rawa dan danau sebagai habitat asli ikan patin. Seiring dengan meningkatnya permintaan dan minat masyarakat, ikan patin mulai dibudidayakan di kolam,keramba maupun bak dari semen. Permintaan ikan patin yang terus meningkat memberikan peluang usaha bagi setiap orang untuk menekuni usaha di bidang budidaya ikan patin ini. Dengan permintaan yang demikian meningkat jelas tidak mungkin mengandalkan tangkapan alam, tetapi perlu budidaya ikan patin secara lebih intesnsif.

Persyaratan Budidaya Ikan Patin

Budidaya ikan Patin memerlukan beberapa persyaratan dan kondisi lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangannya antara lain sebagai berikut :
  1.  Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan dan budi daya ikan patin adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
  2. Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
  3. Apabila pembesaran patin dilakukan dengan jala apung yang dipasang disungai maka lokasi yang tepat yaitu sungai yang berarus lambat.
  4. Kualitas air untuk pemeliharaan ikan patin harus bersih, tidak terlalu keruhdan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kualitas air harus diperhatikan, untuk menghindari timbulnya jamur, maka perlu ditambahkan larutan penghambat pertumbuhan jamur (Emolin atau Blitzich dengan dosis 0,05 cc/liter).
  5. Suhu air yang baik pada saat penetasan telur menjadi larva di akuarium adalah antara 26-28 derajat C. Pada daerah-daerah yang suhu airnya relatif rendah diperlukan heater (pemanas) untuk mencapai suhu optimal yang relatif stabil.
  6. PH air berkisar antara: 6,5-7.

Teknik Pemeliharaan Pembesaran Ikan Patin

Pemeliharaan Pembesaran ditujukan untuk pemenuhan Ikan Patin konsumsi. Ikan Patin dikonsumsi dalam berbagai ukuran, antara lain 200 gram sampai 1 kg. Masa panen menyesuaikan dengan permintaan pasar. Ada sebagian yang lebih senang ukuran kecil sekitar 200 gram ada yang lebih dari itu. Pada Usia 6 bulan ikan patin sudah mencapai bobot 600-700 gram.
Ikan Patin akan tumbuh lebih baik di kolam lumpur dengan aliran air yang mengalir cukup baik, meski demikian bisa juga dipeihara pada kolam semen yang tidak mengalir, tetapi perlu diperhatikan kualitas air agar tetap dalam konsisi yang baik. Langkah-langkah pemeliharaan Ikan Patin Sebagai Berikut:
1. Pemupukan
Pada kolam lumpur idealnya perlu dilakukan pemupukan sebelum ikan patin ditebarkan. Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan makanan alami dan produktivitas kolam, yaitu dengan cara merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyak-banyaknya.Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50-700 gram/m 2.
2. Pemberian Pakan
Faktor yang cukup menentukan dalam budi daya ikan patin adalah faktor pemberia makanan. Faktor makanan yang berpengaruh terhadap keberhasilan budi daya ikan patin adalah dari aspek kandungan gizinya, jumlah dan frekuensi pemberin makanan. Pemberian makan dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore). Jumlah makanan yang diberikan per hari sebanyak 3-5% dari jumlah berat badan ikan peliharaan. Jumlah makanan selalu berubah setiap bulan, sesuai dengan kenaikan berat badan ikan. Hal ini dapat diketahui dengan cara menimbangnya 5-10 ekor ikan contoh yang diambil dari ikan yang dipelihara (sampel). Pakan yang diberikan adalah Pelet dan bisa ditambahkan makanan alami lainnya seperti kerang, keong emas,bekicot, ikan sisa, sisa dapur dan lain-lain. Makanan alami yang diperoleh dari lingkungan selain mengandung protein tinggi juga menghemat biaya pemeliharaan.
3. Penanganan Hama Dan Penyakit
Salah satu kendala dan masalah Budi daya ikan patin adalah hama dan penyakit. Pada pembesaran ikan patin di jaring terapung dan kolam hama yang mungkin menyerang antara lain lingsang, kura-kura, biawak, ular air, dan burung. Cegah akses masuk hama tersebut ke kolam atau dengan memasang lampu penerangan si sekitar kolam. Hama tersebut biasanya enggan masuk jika ada sinar lampu. Penyakit ikan patin ada yang disebabkan infeksi dan non-infeksi. Penyakit non-infeksi adalah penyakit yang timbul akibatadanya gangguan faktor yang bukan patogen. Penyakit non-infeksi ini tidak menular. Sedangkan penyakit akibat infeksi biasanya timbul karena gangguan organisme patogen.
4. Pemanenan Ikan Patin
Pemanenan adalah saat yang ditunggu pada budi daya ikan patin. Meski terlihat sederhana pemanenan juga perlu memperhatikan beberapa aspek agar ikan tidak mengalami kerusakan,kematian, cacat saat dipanen. Sayang jika budi daya ikan patin sudah berhasil dengan baik, harus gagal hanya karena cara panen yang salah. Penangkapan ikan dengan menggunakan jala apung akan mengakibatkan ikan mengalami luka-luka. Sebaiknya penangkapan ikan dimulai dibagian hilir kemudian bergerak kebagian hulu. Jadi bila ikan didorong dengan kere maka ikan patin akan terpojok pada bagian hulu. Pemanenan seperti ini menguntungkan karena ikan tetap mendapatkan air yang segar sehingga kematian ikan dapat dihindari. Pemasaran Ikan Patin dalam bentuk segar dan hidup lebih diminati oleh konsumen, karena itu diusahakann menjual dalam bentuk ini. Harga Ikan Patin Per kilogram kurang lebih Rp 15.000.

Budidaya Lele Dumbo



Budidaya Lele Dumbo
 varietas,di Indonesia lele sudah dikenal dan bahkan yang dulunya hanya 2 varietas sampai sekarang sudah banyak varietas yang sudah dinyatakan  unggul dikarenakan adanya hasil  perkawinan silang. Jenis-jenisnya adalah lele local(Clarias Batrachus) dan lele dumbo(Clarias Gariephinus). lele termasuk jenis yang mudah di budidayakan,tetapi jika tidak dipelihara dengan baik lele juga dapat menjadi sulit untuk di pelihara oleh karena itu sebelum membudidayakannya perlu adanya pengalaman dan pengetahuan yang cukup agar kegiatan budidaya dapat memberikan hasil yang maksimal.

Ikan Lele ini mudah hidup di sembarang tempat dengan syarat kondisi air harus baik, dan lele dapat dipelihara dengan kepadatan yang tinggi dengan lama pemeliharaan yang relatif singkat ± 2,5 – 3 bulan jika pemeliharaan dilakukan secara intensif. Dalam membudidayakan lele ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu :

a.   Faktor tekhnis
*      Lahan harus dekat dengan sumber air tetapi bukan potensi banjir.
*      Air berkualitas baik bebas dari pencemaran limbah indutri.
*      Ketersediaan air cukup sepanjang tahun.
*      Tanah tidak porus.
*      Lokasi pemeliharaan mudah diawasi.
b.  Faktor sosial
*      Lingkungan hidup tetap terjaga
*      Sumber daya alam sekitarnya dapat dimanfaatkan.
*      Penduduk sekitar dapat dijadikan tenaga kerja.
*      Berdampak positif bagi masyarakat sekitar.
*      Keamanan lokasi dapat dijaga.
c.   Faktor Ekonomis
*      Lokasi pemeliharaan dekat dengan pasar.
*      Sarana produksi mudah diperoleh dengan harga murah.
*      Dilokasi ada prasarana jalan yang baik dan angkutan yang memadai.

Selain itu juga ada aspek lain yang tidak kalah pentingnya yaitu aspek tekhnis, tanpa aspek tekhnis usaha budidaya tidak akan berhasil. Harus ada tenaga ahli yang menguasai segala aspek tekhnis yaitu aspek biologis, pembenihan, pendederan, pembesaran, penanggulangan hama penyakit dan penanganan pasca panen serta pemasarannya.


A.  Lahan budidaya lele
Ø  Kolam Tanah
Ø  Kolam semen
Ø  Kolam terpal/plastik
B.  Persiapan kolam pembesaran
*      Pengeringan dan pengolahan lahan
*      Pengankatan Lumpur Hitam
*      Perbaikan pematang dan saluran air
*      Pengapuran
*      Pemupukan
*      Pengisian air kolam
C.  Penebaran benih
langkah- langkah dalam penebaran benih yang perlu diperhatikan :
*      Cara memperoleh benih,benih sebaiknya diperoleh dari daerah setempat dan tidak jauh dari tempat budidaya dengan perhitungan kesesuaian kondisi daerah seperti iklim, air dan tanah.
*      Syarat benih yang baik :
ü Ukuran seragam dan berwarna cerah.
ü Gerakan lincah dan gesit
ü Tidak cacat dan luka di tubuhnya
ü Bebas dari bibit penyakit
ü Posisi tubuh dalam air normal
ü Menghadap dan melawan arus ketika diberi arus.
ü Ukuran benih sebaiknya seragam sekitar 3-4 cm, 5-7cm, atau 7-9cm,agar tidak terjadi kanibalisme sehingga pertumbuhan diharapkan seragam.
*      Penebaran benih
ü  Sebelum di tebarkan kondisi kolam harus sudah dalam keadaan siap sebab tanpa kesiapan kolam usaha budidaya tidak akan berjalan dengan baik;ketinggian air dipertahankan 30-40 cm,air sudah ditumbuhi plankton dengan tanda warna air kehijauan,kualitas air memenuhi syarat untuk budidaya.
ü  Saat benih tiba dilokasi usahakan diamkan benih di dalam tempat budidaya beserta wadahnya beberapa menit sebelum ditebarkan kedalam tempat budidaya dengan tujuan agar ikan dapat beradaptasi dgn lingkungan barunya. Pada saat benih akan dimasukkan ke tempat budidaya masukan air secara perlahan dengan cara memiringkan wadah/ember tempat benih dan biarkan benih keluar dengan sendirinya dari wadah ke tempat lingkungan barunya.

*      Padat penebaran benih
Yaitu banyaknya jumlah benih ikan yang akan ditebarkan persatuan luas atau volumen. Semakin tinggi jumlah penebaran benih semakin intensif pemeliharaannya.
Padat penebaran benih berkisar antara 200 - 400 ekor/m². lama pemeliharaan 2,5-3 bulan.

D.  Program Pemberian Pakan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan adalah :
*      Jangan ada sisa pakan di permukaan
*      Bila 5 menit dalam pemberian pakan ada sisa dipermukaan,maka pemberian pakan berikutnya diturunkan 25 %
*      Bila setelah pemberian pakan ikan masuh aktif dan pakan langsung habis maka pakan selanjutnya dapat dinaikan.
*      Seminggu sekali ikan sebaiknya dipuasakan dengan tujuan agar perut ikan bersih dari sisa pakan.
*      Setiap pergantian air sebaiknya ikan tidak diberi pakan.
David Kurniawan, S.St.Pi
e-mail : david.kurniawan_perikanan@yahoo.com
Hp:08567778123  /  082134207700