Budidaya Lele Dumbo
varietas,di
Indonesia lele sudah dikenal dan bahkan yang dulunya hanya 2 varietas sampai
sekarang sudah banyak varietas yang sudah dinyatakan unggul dikarenakan adanya hasil perkawinan silang. Jenis-jenisnya adalah lele
local(Clarias Batrachus) dan lele
dumbo(Clarias Gariephinus). lele
termasuk jenis yang mudah di budidayakan,tetapi jika tidak dipelihara dengan
baik lele juga dapat menjadi sulit untuk di pelihara oleh karena itu sebelum membudidayakannya
perlu adanya pengalaman dan pengetahuan yang cukup agar kegiatan budidaya dapat
memberikan hasil yang maksimal.
Ikan Lele ini mudah hidup di sembarang tempat dengan syarat kondisi air
harus baik, dan lele dapat dipelihara dengan kepadatan yang tinggi dengan lama
pemeliharaan yang relatif singkat ± 2,5 – 3 bulan jika pemeliharaan dilakukan
secara intensif. Dalam membudidayakan lele ada beberapa faktor yang perlu
diperhatikan yaitu :
a.
Faktor tekhnis
Lahan harus dekat dengan
sumber air tetapi bukan potensi banjir.
Air berkualitas baik bebas dari pencemaran limbah indutri.
Ketersediaan air cukup
sepanjang tahun.
Tanah tidak porus.
Lokasi pemeliharaan mudah
diawasi.
b.
Faktor sosial
Lingkungan hidup tetap
terjaga
Sumber daya alam sekitarnya
dapat dimanfaatkan.
Penduduk sekitar dapat
dijadikan tenaga kerja.
Berdampak positif bagi
masyarakat sekitar.
Keamanan lokasi dapat dijaga.
c.
Faktor Ekonomis
Lokasi pemeliharaan dekat
dengan pasar.
Sarana produksi mudah
diperoleh dengan harga murah.
Dilokasi ada prasarana jalan
yang baik dan angkutan yang memadai.
Selain itu juga ada aspek lain yang tidak kalah pentingnya yaitu aspek
tekhnis, tanpa aspek tekhnis usaha budidaya tidak akan berhasil. Harus ada
tenaga ahli yang menguasai segala aspek tekhnis yaitu aspek biologis,
pembenihan, pendederan, pembesaran, penanggulangan hama penyakit dan penanganan
pasca panen serta pemasarannya.
A.
Lahan budidaya lele
Ø Kolam Tanah
Ø Kolam semen
Ø Kolam terpal/plastik
B. Persiapan kolam pembesaran
Pengeringan dan pengolahan
lahan
Pengankatan Lumpur Hitam
Perbaikan pematang dan
saluran air
Pengapuran
Pemupukan
Pengisian air kolam
C. Penebaran benih
langkah- langkah dalam penebaran benih yang perlu diperhatikan :
Cara memperoleh benih,benih sebaiknya diperoleh
dari daerah setempat dan tidak jauh dari tempat budidaya dengan perhitungan
kesesuaian kondisi daerah seperti iklim, air dan tanah.
Syarat benih yang baik :
ü Ukuran seragam dan berwarna cerah.
ü Gerakan lincah dan gesit
ü Tidak cacat dan luka di tubuhnya
ü Bebas dari bibit penyakit
ü Posisi tubuh dalam air normal
ü Menghadap dan melawan arus ketika diberi arus.
ü Ukuran benih sebaiknya seragam sekitar 3-4 cm, 5-7cm, atau 7-9cm,agar tidak
terjadi kanibalisme sehingga pertumbuhan diharapkan seragam.
Penebaran benih
ü Sebelum di tebarkan kondisi kolam harus sudah dalam keadaan siap sebab
tanpa kesiapan kolam usaha budidaya tidak akan berjalan dengan baik;ketinggian
air dipertahankan 30-40 cm,air sudah
ditumbuhi plankton dengan tanda warna air kehijauan,kualitas air memenuhi
syarat untuk budidaya.
ü Saat benih tiba dilokasi usahakan diamkan benih di dalam tempat budidaya
beserta wadahnya beberapa menit sebelum ditebarkan kedalam tempat budidaya
dengan tujuan agar ikan dapat beradaptasi dgn lingkungan barunya. Pada saat
benih akan dimasukkan ke tempat budidaya masukan air secara perlahan dengan
cara memiringkan wadah/ember tempat benih dan biarkan benih keluar dengan
sendirinya dari wadah ke tempat lingkungan barunya.
Padat penebaran benih
Yaitu banyaknya jumlah benih ikan yang akan ditebarkan persatuan luas atau
volumen. Semakin tinggi jumlah penebaran benih semakin intensif
pemeliharaannya.
Padat penebaran benih berkisar antara 200 - 400 ekor/m². lama pemeliharaan
2,5-3 bulan.
D. Program Pemberian Pakan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian
pakan adalah :
Jangan ada sisa pakan di
permukaan
Bila 5 menit dalam pemberian
pakan ada sisa dipermukaan,maka pemberian pakan berikutnya diturunkan 25 %
Bila setelah pemberian pakan
ikan masuh aktif dan pakan langsung habis maka pakan selanjutnya dapat
dinaikan.
Seminggu sekali ikan
sebaiknya dipuasakan dengan tujuan agar perut ikan bersih dari sisa pakan.
Setiap pergantian air
sebaiknya ikan tidak diberi pakan.
David
Kurniawan, S.St.Pi
e-mail
: david.kurniawan_perikanan@yahoo.com
Hp:08567778123 /
082134207700